Peran Kritis dalam Pengembangan AI
OpenAI, perusahaan teknologi yang terkenal dengan ChatGPT, kini membuka lowongan kerja untuk posisi Head of Preparedness. Posisi ini menawarkan gaji fantastis sebesar 555.000 dollar AS per tahun atau sekitar Rp 9,3 miliar. Selain itu, calon pelamar juga akan mendapatkan kompensasi berupa saham dari perusahaan. Meski gajinya sangat tinggi, posisi ini dianggap sebagai salah satu pekerjaan paling menantang dan penuh tekanan.
Tugas dan Tanggung Jawab
Head of Preparedness bertanggung jawab untuk mengantisipasi berbagai risiko besar yang bisa muncul akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI). Tugas utama jabatan ini adalah memastikan bahwa pengembangan AI tidak menimbulkan bahaya yang serius. Risiko tersebut mencakup keamanan siber, penyalahgunaan teknologi, hingga dampak pada kesehatan mental pengguna.
CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan bahwa peran ini sangat penting karena kemampuan model AI berkembang pesat. Di satu sisi, AI semakin bermanfaat, tetapi di sisi lain, mulai muncul tantangan serius. Misalnya, keamanan siber semakin kompleks, dan AI juga mulai menunjukkan potensi dampak negatif terhadap kesehatan mental pengguna.
Persyaratan dan Tantangan
Altman menyebut bahwa posisi ini akan menjadi pekerjaan yang penuh tekanan. Pelamar akan langsung terlibat dalam bagian terdalam dari proyek AI sejak hari pertama. Dalam laman karier OpenAI, Head of Preparedness bertanggung jawab menjalankan Preparedness Framework, yaitu kerangka kerja internal untuk memantau dan mengantisipasi risiko besar dari AI.
Posisi ini juga berkaitan dengan isu-isu sensitif, seperti bagaimana AI dilepas ke publik secara aman, bagaimana mencegah penyalahgunaan di bidang biologi, serta bagaimana memastikan sistem AI yang mampu berkembang sendiri tetap berada dalam batas aman.
Gaji yang Tinggi dan Kontroversi
Meskipun gaji yang ditawarkan sangat tinggi, ada informasi yang menunjukkan bahwa jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan kompensasi yang diterima CEO OpenAI sendiri. Berdasarkan dokumen pajak, Sam Altman hanya menerima gaji sebesar 76.001 dollar AS pada 2023, atau sekitar Rp 1,2 miliar per tahun. Jumlah ini terlihat jauh lebih kecil dibandingkan estimasi kekayaan bersih Altman yang mencapai sekitar 2 miliar dollar AS.
Namun, tidak ada informasi lebih lanjut tentang gaji bos ChatGPT pada tahun 2024 dan 2025. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya apakah ada perubahan signifikan dalam struktur kompensasi perusahaan.
Perubahan Struktur Tim
OpenAI pertama kali membentuk tim Preparedness pada 2023 untuk mempelajari berbagai risiko ekstrem dari AI. Namun, dalam perjalanan waktu, struktur tim ini mengalami perubahan. Kepala Preparedness sebelumnya, Aleksander Madry, dipindahkan ke peran lain yang berfokus pada penalaran AI. Beberapa eksekutif keselamatan AI di OpenAI juga dilaporkan meninggalkan perusahaan atau berpindah posisi.
Sorotan Terhadap Dampak AI Generatif
Pengumuman lowongan ini juga muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap dampak AI generatif. Banyak gugatan hukum di Amerika Serikat menuduh ChatGPT memperkuat delusi pengguna, meningkatkan isolasi sosial, hingga berkontribusi pada kasus bunuh diri. OpenAI menegaskan bahwa mereka terus memperbaiki sistem agar lebih peka terhadap tanda-tanda gangguan mental dan mampu mengarahkan pengguna ke bantuan di dunia nyata.

