Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedPendiri Google DeepMind: AI Akan Menggantikan Pekerjaan Jarak Jauh

Pendiri Google DeepMind: AI Akan Menggantikan Pekerjaan Jarak Jauh

Perubahan Masa Depan Tenaga Kerja Akibat Kemajuan Kecerdasan Buatan

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus berkembang pesat dan diprediksi akan mengubah struktur tenaga kerja digital dalam beberapa tahun mendatang. Salah satu tokoh yang menyoroti hal ini adalah Shane Legg, salah satu pendiri Google DeepMind. Dalam wawancara dengan Profesor Hannah Fry, ia menyatakan bahwa era pekerjaan jarak jauh yang populer sejak pandemi mungkin akan berakhir karena AI semakin mampu menggantikan tugas-tugas kognitif manusia.

Legg menjelaskan bahwa AI tidak lagi hanya berperan sebagai asisten pintar, melainkan sedang menuju tingkat kecerdasan yang setara dengan manusia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi para pekerja digital yang selama ini bergantung pada laptop dan koneksi internet untuk bekerja. Menurutnya, pekerjaan yang bersifat kognitif dan bisa dilakukan dari jarak jauh melalui komputer sangat rentan terhadap perubahan ini.

Salah satu contohnya adalah tim yang saat ini membutuhkan 100 insinyur. Dengan adanya AI, jumlah tersebut kemungkinan akan berkurang menjadi hanya 20 orang. Pergeseran ini dapat memberikan dampak serius terhadap posisi kerja remote maupun pekerjaan level pemula yang biasanya menjadi pintu masuk bagi banyak tenaga kerja muda.

AI Mulai Menyaingi Kemampuan Manusia

Selain itu, Legg juga menyoroti bahwa AI kini telah mulai menyaingi bahkan melampaui kemampuan manusia dalam pengetahuan umum. Dalam perkembangan selanjutnya, alat berbasis AI diperkirakan memiliki kemampuan penalaran dan pemahaman yang lebih baik. Ini membuat AI mampu menjalankan pekerjaan profesional yang memerlukan kecerdasan kompleks.

Ia menegaskan bahwa jika pekerjaan seseorang bisa dilakukan dari jarak jauh hanya dengan menggunakan komputer, maka pekerjaan tersebut berpotensi berisiko. Artinya, semakin tinggi ketergantungan pekerjaan pada keterampilan kognitif yang bisa direplikasi mesin, semakin besar potensi pergeseran tenaga kerja oleh AI.

Dampak Jangka Panjang yang Semakin Terasa

Meski perubahan ini tidak akan terjadi secara instan, Legg menilai dampaknya akan semakin terasa dalam beberapa tahun mendatang. Seiring meningkatnya adopsi teknologi AI di berbagai sektor, pergeseran struktur tenaga kerja akan semakin signifikan. Ini membuka pertanyaan penting tentang bagaimana masyarakat dan pekerja harus bersiap menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

Dari segi ekonomi, pergeseran ini bisa memengaruhi sektor-sektor yang sebelumnya bergantung pada tenaga kerja manusia. Sementara itu, peluang baru juga muncul bagi mereka yang mampu beradaptasi dengan teknologi AI. Misalnya, pekerjaan yang berkaitan dengan pengembangan, pengawasan, dan pengelolaan sistem AI mungkin akan meningkat permintaannya.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Perkembangan AI juga menimbulkan tantangan bagi sistem pendidikan dan pelatihan. Pekerja masa depan mungkin perlu memiliki keterampilan yang berbeda dari sebelumnya, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan untuk bekerja sama dengan teknologi. Selain itu, kebijakan pemerintah dan perusahaan juga akan berperan penting dalam memastikan transisi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kemajuan AI akan terus mengubah dunia kerja. Meskipun ada risiko, seperti penggantian pekerjaan tertentu, ada juga peluang baru yang bisa dimanfaatkan. Yang terpenting adalah persiapan diri dan adaptasi terhadap perubahan yang tak terhindarkan ini.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular