Benarkah Twitter Mau Caplok Tik Tok?

0
7

Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwasanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menciptakan persaingan di antara para pengembang. Beberapa ada yang memutuskan untuk kerjasama, tapi yang lainnya ingin mengambil alih. Lantas bagaimana kabar terbaru soal Twitter yang ingin mencaplok Tik Tok?

Kabar Terbaru Twitter Ingin Caplok Tik Tok

Berdasarkan laporan dan berita yang beredar, bahwasanya manajemen Twiitter akan melakukan diskusi dengan Tik Tok perihal “sebuah kombinasi”. Hal ini disebutkan oleh Wall Street Journal pada Minggu, 09 Agustus 2020. Namun dari berita tersebut, belum jelas apakah akan melakukan kesepakatan dalam bentuk lain atau mengakuisisinya. Apa saja kabar terbarunya?

1.     Kebijakan Eksekutif Presiden Trump

Tidak mudah untuk Twitter melakukan ini, karena Presiden Trump yang dihitung mulai tanggal 6 Agustus melarang ByteDance (Tik Tok) melakukan transaksi di Amerika Serikat. Hal tersebut bukan tanpa alasan, Presiden Trump menganggap bahwa jika terus dilakukan, maka akan mengancam keamanan AS.

 

Walaupun selama ini belum ada bukti tentang kebocoran identitas warga negeri Paman Sam yang menggunakan Tik Tok. Tidak ada tanda-tanda bahwa ByteDance telah membagikan data pribadi kepada Pemerintah China, bahkan mereka menentang kebijakan eksekutif Presiden Trump itu.

2.     Persaingan dengan Microsoft

Tidak berhenti sampai di situ, tantangan yang dijalani Twitter adalah berkaitan dengan Microsoft. Sudah dikabarkan sebelumnya bahwa manajemen Microsoft akan melakukan pembicaraan lebih jauh kepada manajemen ByteDance soal kemungkinan mengakuisisi Tik Tok.

Wall Street Journal (WSJ) sudah secara gamblang menyebutkan bahwa Twitter pada kenyataannya memang lebih kecil dibandingkan dengan Microsoft, sehingga mereka berpotensi untuk menghadapi sedikit pengawasan anti monopoli. Apalagi ditambah dengan Twitter yang tidak memiliki uang sebanyak Microsoft dalam menuntaskan proses akuisisi.

3.     Pembicaraan Lebih Lanjut CEO Google

CEO Google Satya Nadella dalam blog perusahaan mengaku sudah berbicara dengan Presiden Trump tentang kemungkinan akuisisi Tik Tok yang nantinya akan beroperasional di Australia, Kanada, Selandia Baru dan AS. Mereka mengatakan akan menuntaskan negosiasi pada tanggal 15 September 2020.

CEO juga menyatakan bahwa kesepakatan apapun dengan Twitter akan mencakup operasional Tik Tok di AS. Hingga kabar ini tersebar, pihak Twitter belum memberikan komentar apapun. Tunggu saja ya bagaimana keputusannya.