Wow! Paypal dan Mastercard Dukung Proyek Koin Digital Facebook

0
45

Dilansir dari Wallstreet Journal pada Kamis (13/6/2019), dilaporkan jika Uber, Paypal, Visa dan Mastercard telah berkomitmen untuk mendukung proyek Blockchain Cryptocurrency Facebook beberapa waktu mendatang. Facebook kian serius dalam mengembangkan koin digital (cryptocurrency) sendiri, Bahkan diperkirakan, Facebook akan mengumumkan koin digital ini pada pekan depan.

Beberapa waktu lalu, Facebook telah mengumumkan proyek terbaru mereka untuk membikin cryptocurrency sendiri, yaitu Project Libra. Sayangnnya, pada saat pertema kali proyek ini diumumkan belum banyak perusahaan tertarik untuk bergabung. Kini keadaan itu berubah, seiring berjalannya waktu, beberapa perusahaan mulai mendukung proyek tersebut, termasuk Visa, Paypal, Uber dan Mastercard.

Facebook telah mendaftar lebih dari selusin perusahaan untuk mendukung upaya blockchain-nya, seperti dilansir dari CNBC International pada Jumat (14/6/2019). Selain visa, paypal, mastercard dan uber, proyek Libra juga mendapat suntikan dana dari Stripe dan Booking.com. Keterlibatan perusahaan keuangan besar seperti Visa dan Mastercard merupakan hal menarik dalam hal ini.

Investasi Paypal dan Mastercard

Diprediksi, Visa dan Mastercard ingin memantau jalannya bisnis pembayaran digital Facebook. Pasalnya, cryptocurrency sendiri dianggap mereka sebagai mata uang alternative dari jaringan pembayaran tersebut. Kedua perusahaan berani menginvestasikan uangnya karena pengguna Facebook yang mencapai 2 miliar di seluruh dunia. Bila sukses, tentu mereka akan mendapat untung besar.

Tidak tanggung-tanggung, Perusahaan tersebut akan menginvestasikan dana sebesar 10 juta USD (atau sekitar Rp 143 miliar) masing-masing ke Projek Libra. Dengan menyetujui pendanaan itu, mereka berarti telah setuju bergabung ke dalam konsorsium yang mengatur koin digital Facebook. Namun demikian, belum diketahui apakah Facebook telah mendapatkan jumlah uang untuk memulai project Libra tersebut.

Facebook sebelumnya telah menargetkan mengumpulkan 1 miliar USD atau sekitar Rp 14,4 triliun untuk memulai project Libra. Diketahui, Facebook juga telah membuka kantor Libra Networks di Jenewa, Swiss sebagai tindak lanjut dari proyek Libra ini, Perusahaan ini nantinya akan fokus untuk mengembangkan software dan hardware yang terkait dengan cryptocurrency seperti pembayaran, blockchain, analitik, big data dan manajemen identitas.

Mata uang Libra atau nantinya disebut sebagai Globalcoin secara keseluruhan akan dirilis pada awal 2020. Namun untuk model awalnya akan diluncurkan mulai pekan depan. Keberadaannya diharapkan berfungsi sebagai stablecoin, mata uang yang dikeluarkan untuk membatasi volatilitas mata uang kripto seperti bitcoin. Belum ada tanggapan resmi dari Facebook terkait pemberitaan ini.

Apa itu Cryptocurrency?

Cryptocurrencyatau mata uang kripto adalah uang (koin) yang menggunakan kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol penciptaan unit tambahan, dan memverifikasi transfer asset. Contoh bentuk cryptotocurrency yang terkenal adalah bitcoin. Namun sebenarnya masih banyak cryptocurrency yang lain seperti ehtereum litecoin, ripple stellar dan lain-lain.

Cryptocurrency ramai dibicsrakan sejak tahun lalu setelah Facebook menunjuk mantan eksekutif Paypal, David Marcus untuk menjajaki peluang blockchain, teknologi yang mendukung cryptocurrency. Orang-orang dibuat deg-degan dengan proyek terbaru Facebook yang akan membuat mata uang sendiri. Facebook nampaknya sangat serius mempersiapkan pembuatan cryptocurrency sendiri kala itu.

Selain David Marcus, perusahaan teknologi raksasa ini jug merekrut beberapa orang untuk menangani proyek cryptocurrency dan teknologi blockchain mereka. Laporan New York Times tahun lalu mengungkapkan Facebook telah membagi tim khusus sendiri dan bekerja secara rahasia. Bahkan kabarnya, kantor perusahaan memiliki kunci khusus yang tidak dimiliki oleh pekerja lain.

Baru-baru ini, beberapa outlet harian telah melaporkan Facebook telah membangun mata uang digitalnya sendiri, di mana pengguna bisa menyimpan. memperdagangkan, dan menukar mata uang regular, sebagian melalui aplikasi Facebook termasuk Messenger dan Whatsapp. Dilansir dari CNBC International, koin digital dsri Facebook tersebut akan bernama Globalcoin.

Pada tahap pertama pengenalan koin digitalnya, Facebook akan menerapkan sistem penggajian karyawannya terlebih dahulu. Jadi, karyawan Libra Networks dibawah besutan Facebook yang menerima Globalcoin untuk pertama kalinya. Mata uang digital ini akan terikat dengan dolar AS, oleh karena itu nominalnya akan lebih stabil dibanding dengan bitcoin yang nilainya naik-turun sejak 2017.

Facebook juga merencanakan mesin seperti ATM fisik tempat penggunanya dapat membeli mata unag tersebut, seperti laporan yang dirilis dari The Information. Di masa depan, nantinya pengguna Facebook dapat melakukan transfer pembayaran pribadi dan membeli barang dan jasa tidak hanya di platform perusahaan, tetapi juga di situs web lain.

Proses pembayaran tersebut menggunakan mata uang dari proyek Libra. Facebook juga menargetkan cryptocurrency mereka bisa berfungsi untuk opsi checkout umum, seperti PayPal, yang digunakan orang saat ini secara online.

Koin digital dianggap bisa menjadi ladang penghasilan baru bagi Facebook yang selama hampir dua tahun ini mengandalkan pendapatan dari iklan. Keseriusan Facebook mengulik produk koin digital diyakini merupakan sebagai respons atas mulai banyaknya kritikan dari banyak pihak soal pendapatan dari iklan tersebut.

Kritikan yang banyak disampaikan ke Facebook tersebut sebagian besar mempermasalahkan sisi etik praktik Facebook dalam mengumpulkan dan menggunakan data pribadi penggunanya. Facebook sendiri memiliki sekitar 2 miliar pengguna yang tersebar di seluruh dunia. Dengan jumlah pengguna sebanyak itu, Facebook diprediksi bakal mengandalkan bisnis koin digital sebagai penghasil uang yang yang baru.

Hal ini selaras dengan apa yang dikatakan CEO Facebook, Mark Zuckerberg.  Saat ulang tahun Facebook pada awal tahun 2019, ia menyatakan bahwa pembayaran adalah area penting bagi perusahaan. Namun direktur operasi Sheryl Sandberg dan CFO David Wehner skeptic dengan apa yang dikatakan oleh Mark, seperti laporan dari The Information. Laporan tersebut menyatakan Facebook meminta organisasi pihak ketiga untuk bertindak sebagai “simpul” untuk membantu mengelola mata uang digital ini.