OS Fuchsia Buatan Google Siap Menjadi Pesaing Android

0
153

Dominasi Android sebagai sistem operasi smartphone memang tidak terbantahkan. OS yang dibuat oleh Google ini berhasil mengenyahkan Blackberry dan Nokia dengan Symbian-nya. Kesuksesan Android tidak membuat Google berhenti berkreasi. Perusahaan teknologi multinasional tersebut dikabarkan tengah mempersiapkan sistem operasi pengganti Android yang bernama Fuchsia. Kabar mengenai Fuchsia memang bukan kabar baru.

Sistem operasi Fuchsia ini sempat menjadi perbincangan penikmat dan pengamat teknologi di tahun 2016 lalu. Terdapat banyak rumor mengenai kapan OS tersebut dirilis dan informasi mengenai isi dari OS tersebut. Sayangnya, kabar yang beredar tersebut merupakan kabar palsu. Kali ini, kabar mengenai pengembangan OS Fuchsia berasal dari PhoneArea, Senin (1/7/2019) yang bersumber dari laporan Android Police.

Dikabarkan, Google telah membentuk tim yang terdiri dari seratus orang untuk mengembangkan sistem operasi Fuchsia. Sebelumnya, Google telah merilis situs untuk pengembang bernama Fuchsia.dev. Ada perbedaan antara Fuchsia dengan Android dan Chrome. Perbedaan tersebut terletak pada penggunaan kernel. Berbeda dengan Android dan Chrome yang menggunakan kernel Linux, Fuchsia menggunakan microkernel Zircon.

Zircon merupakan sebuah microkernel dari softwareyang diperlukan untuk menjalankan sebuah sistem operasi. Berdasarkan penggunaan kernel tersebut, Fuchsia akan berjalan berbeda dengan Android. Lintas platform Flutter SDK akan memungkinkan developer Android untuk memindahkan aplikasi mereka ke Fuchsia dengan cepat. November lalu, Fuchsia mendukung chipset Huawei Kirin 970 dan OS-nya berhasil disematkan di Honor Play.

Muncul Pertama Kali Agustus 2016

Nama Google Fuchsia pertama kali muncul ke khalayak di Github pada Agustus 2016. Kemunculan Fuchsia tersebut tanpa penjelasan jelas dari sang empunya, Google. Github sendiri adalah platform terbuka untuk para pengembang untuk saling berbagi, berkolaborasi, dan mengembangkan berbagai proyek. Tidak berbeda jauh dengan pendahulunya, Fuchsia merupakan produk software yang terbuka dan bebas untuk dikembangkan.

Pada saat itu, rumor mengenai eksistensi dan perkembangan Fuchsia cukup banyak. Selain itu publik pun bertanya-tanya mengenai kapankah Google akan mengembangkan Fuchsia menjadi sesuatu yang lebih serius. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Fuchsia tidak berdasarkan Linux tetapi berdasarkan Zricon. Zircon sendiri berarti kernel kecil. Fuchsia juga memiliki kemampuan untuk dapat dijalankan di berbagai perangkat.

Fuchsia dapat dijalankan di smartphone, tablet, dan komputer. Di awal 2017, para pengembang menggoda publik bahwa Fuchsia yang mendapatkan user interface pada saat itu bukan merupakan sesuatu yang akan ditinggalkan begitu saja. Sontak publik pun berspekulasi bahwa Fuchsia bisa jadi merupakan sesuatu yang lebih besar dari yang dipikirkan. Google dianggap memiliki rencana yang lebih besar untuk Fuchsia.

Fuchsia Akan Gantikan Android dan Chrome?

Banyak rumor yang beredar jika Fuchsia merupakan OS super yang akan menggantikan Android. Bahkan, muncul kabar yang lebih ambisius yang menyatakan bahwa Fuchsia akan menggantikan tidak hanya Android tetapi juga Chrome dalam 5 tahun ke depan. Jika benar, tentu hal tersebut merupakan sesuatu yang akan berdampak besar pada perkembangan OS dan smartphone. Hal tersebut juga merupakan sesuatu yang gila.

Kabar tersebut akhirnya dibantah Google. Kendati demikian Google tidak menyebutkan secara spesifik jika Fuchsia akan mengganti Android atau tidak. Hal tersebut tentu membuat spekulasi mengenai Fuchsia vs Android terus muncul. Fuchsia juga digadang-gadang akan menawarkan sesuatu yang lebih dengan jangkauan pemakaiannya yang tidak hanya terpaku pada perangkat seperti smartphone dan tablet.

Fuchsia sendiri memang dikembangkan untuk menembus batas sebuah sistem operasi yang sudah nyaman digunakan di smartphone dan komputer. Bukan tidak mungkin jika Fuchsia akan diintegrasikan dalam perangkat pintar di masa depan. Memang masih terlalu jauh berpikir sebuah produk yang masih dalam pengembangan digadang-gadang memberikan dampak signifikan dalam dunia sistem operasi di masa depan.

Namun, gelagat Fuchsia menjadi sesuatu yang besar memang mulai terlihat. Kendati demikian, bukan berarti Fuchsia tidak mungkin gagal. Karena masih belum sempurna penuh, Google bisa saja mematikan proyek ini. Hal lain yang bisa diperdebatkan mengenai Fuchsia adalah statusnya sebagai OS yang menggantikan Android dan Chrome. Jika pada dasarnya Fuchsia tidak signifikan kenapa tidak dibuat dalam bentuk update-ansaja?

Tentu, jawabannya sederhana. Kernel yang ada di Fuchsia disinyalir akan membuat Fuchsia menjadi sesuatu yang lebih dari OS. Dikutip dari Android Authority, kernel tersebut memiliki kemampuan untuk masuk ke sistem yang tertanam dan perangkat uang lebih kecil. Hal tersebut membuat Fuchsia bisa lebih superior dari Android. Bukan tidak mungkin Fuchsia cocok digunakan di perangkat pintar, seperti kulkas dan robot penyedot debu pintar.

Mungkinkah hal tersebut terjadi? Ada posibilitas besar mengenai kemungkinan hal tersebut terjadi. Untuk perusahaan raksasa macam Google, berpikir jauh ke depan dan memikirkan produk revolusioner yang melewati batas yang ada merupakan sebuah keharusan. Paradigma berpikir dari sebuah OS tidak lagi boleh dibatasi pada penggunaan komputer pada umumnya. OS di masa depan harus terintegrasi dengan berbagai produk digital.

Sangat disayangkan jika OS yang tengah dikembangkan tersebut hanya menghasilkan sesuatu yang sekadar lebih baik dari Android atau Chrome. Hal tersebut bukan berarti bukan sebuah pencapaian. Namun, publik memiliki ekspektasi yang lebih besar seiring dengan perkembangan teknologi pintar yang semakin berkembang. Patut ditunggu apakah rumor tersebut merupakan sebuah informasi percobaan atau benar adanya.

Bagaimana menurut Anda, terlalu ambisiuskan paradigma tersebut? Hal yang sangat disayangkan saat ini adalah minimnya informasi mengenai Fuchsia. Kendati sudah mendapatkan pengumuman yang jelas mengenai eksistensinya, tidak banyak yang bisa digali dari OS yang dirumorkan sebagai suksesor spiritual Andromeda. Yang pasti, OS Fuchsia kemungkinan tidak akan sempurna dalam waktu dekat.