Bersiap Kehadiran Google Stadia, Layanan Video Game Streaming Milik Google

0
76

Google Stadia merupakan sebuah layanan streaming game yang bisa dikendalikan oleh pemain. Ia bukanlah sebuah konsol seperti Playstastion atau Nintendo, namun Stadia dijalankan di data center Google dengan komputer bertenaga besar yang bisa menjalankan game dengan lancar. Cara streaming Stadia mirip dengan dengan Spotify atau Netflix, namun bukan lagu atau film yang distreaming, tetapi game.

Google Stadia didesain untuk bekerja di banyak hardware dengan berbagai spesifikasi dari Personal Computer (PC) hingga ponsel. Sehingga para pemain tidak membutuhkan spesifikasi khusus untuk memainkannya alias semua perangkat bisa digunakan untuk bermain. Namun demikian, Stadia membutuhkan perangkat dengan internet berkecepatan tinggi.

Wajar jika Stadia membutuhkan koneksi internet berkecepatan tinggi karena ia merupakan layanan cloud-gaming. Wakil Presiden Google, Phil Harisson menyatakan kecepatan internet yang dibutuhkan paling tidak sebesar 25 Mbps. “Meskipun, sebenarnya kami hanya menggunakan rata-rata 20 Mbps untuk mendapatkan resolusi 1080p dan frame rate 60 FPS,” kata Phil seperti dikutip dari Kompas Tekno.

Kecepatan internet dengan angka seperti itu mungkin sudah wajar di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris Jepang atau Korea Selatan. Namun kecepatan seperti itu jarang bisa dicapai di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Sedangkan jika ingin memainkan game yang beresolusi 4K dengan rate sama, pengguna harus memiliki kecepatan internet sebesar 30 Mbps.

Sedangkan untuk controller, Google menyediakannya sendiri controller yang bisa terhubung dengan layanan Stadia melalui WiFi. Controller ini diprediksi memiliki tampilan yang hampir sama dengan controller PlayStation. Controller tersebut bisa langsung terhubung ke pusat data Stadia, sehingga pemain tidak perlu melakukan konfigurasi pada perangkat yang digunakan untuk streaming.

Kelebihan controller ini sendiri adalah adanya tombol Google Assistant dan tombol perekaman untuk mengambil foto dan video dari game,

Rilis November 2019

Dikutip dari CNBC Internasional pada Jumat (7/6/2019), Layanan Google Stadia akan mula dirilis pada November 2019 mendatang. Pengguna harus menggunakan Chromecast, yaitu adapter atau dingle HDMI digunakan pada sebuhab HDTV, yang disambungkan ke controller wireless video game milik Google. Sebelumnya, Google hanya memanfaatkan Chromecast untuk streaming musik atau video dari internet.

Sebanyak kurang lebih 30 game akan ditampilkan dalam Google Stadia. Termasuk game-game dari penerbit besar seperti Electronic Arts (EA), Warner Bros, 2K dan Sega. Untuk awal perilisannya, Stadia akan tersedia di 14 negara, di antaranya Amerika Serikat, Inggris dan Kanada. Namun di antara 14 negara, sayangnya Indonesia tidak termasuk di dalamnya.

30 Game yang dirilis di Google Stadia antara lain Dragon Ball Xenoverse 2, DOOM Eternal, Doom 2016, Rage 2, The Elder Scrolls Online, Wolfenstein, Youngblood, Destiny 2, Get Packed, GRID, Metro Exodus, Thumper, Farming Simulator 19, Baldur’s Gate 3, Power Rangers: Battle of the Grid, Football Manager, Samurai Shodown, Final Fantasy XV, Tomb Raider: Definitive Edition, Rise of the Tomb Raider, NBA 2K19, Borderland 3, Mortal Kombat 11, Darksider Genesis, Assasin’s Creed Odyset, Just Dance, Tom Clancy’s. Ghost Recon Breakpoint, Tom Clancy’s The Division 2, Trials Rising, dan The Crew 2.

Meski baru 30 game, pihak Google menjanjikan akan ada game-game lain yang bisa ditampilkan di dalam layanan Google Stadia. Sebab, Google mengonfirmasi telah ada lebih dari 100 studio game yang memiliki kit pengembang guna melakukan porting game ke layanan Stadia.Terlebih, studio baru bernama Stadia Games & Entertainment juga bakal muncul dan mengembangkan game ekslusif yang hanya muncul di Google Stadia.

Untuk perkembangan lebih lanjut, Google juga berencana memperkenalkan layanan Stadia Base, yaitu sebuah layanan yang memungkinkan pengguna untuk membeli, menyimpan dan memainkan game di browser komputer anda. Dalam hal ini adalah Chrome dan juga di Smartphone besutan Google Pixel 3. Namun demikian, informasinya belum terlalu detil untuk diketahui.

Biaya Langganan

Jika ingin menggunakan layanan Google Stadia, pengguna harus berlangganan dengan biaya 9,99 USD per bulan (atau sekitar Rp 140 ribu). Kategori ini masuk ke dalam paket Stadia Pro. Paket ini menawarkan akses penuh ke semua game yang ada di dalam Google Stadia dengan kualitas 4K/60fps/HDR dengan 5.1 surround sound, asal koneksi internetnya cepat seperti tadi disebutkan di atas.

Kabarnya, pelanggan-pelanggan pertama yang berlangganan paket Stadia Pro akan mendapat game Destiny 2. Pelanggan paket Stadia Pro juga akan mendapatkan diskon untuk game-game yang akan dirilis di waktu mendatang.

Jika anda belum memiliki perangkat untuk menunjang layanan Google Stadia, Google juga meyediakan paket yang terdiri dari Chromecast Ultra, Controller Nigt Blue, serta 3 bulan berlangganan senilai 112,99 USD (sekitar Rp 1,7 juta). Paket ini bernama paket Stadia Founder. Ada pula layanan Buddy Pass, yaitu akses untuk memberikan paket Stadia Pro kepada seorang teman selama 3 bulan.

Perlu diketahui jika Chromecast mutlak diperlukan agar pengguna bisa menikmati resolusi game hingga 4K. Sebenarnya perangkat ini dijual terpisah dengan paket Stadia Founder. Jika anda hanya ingin membeli Chrome Cast plus controllernya saja, dikenakan biaya 69 USD (sekitar Rp 985 ribu) per unit.

Stadia menjadi langkah besar Google untuk menggarap industry game yang memiliki nilai 140 miliar USD yang selama ini didominasi oleh Sony dan Microsoft. Langkah Google ini selanjutnya juga diikuti oleh perusahaan lain, Kabarnya, Amazon juga akan menyediakan layanan cloud gaming, hampir sama dengan Google Stadia.